Lima Rumah Perjuangan PKS
Dalam hiruk-pikuk politik nasional, setiap partai mengusung visi dan misi yang dirangkum dalam metafora perjuangan.Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sendiri dalam kepemimpinan Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si memperkenalkan jargon politik terbarunya, yaitu Lima Rumah Perjuangan PKS.
Gagasan 5 Rumah Perjuangan PKS hadir sebagai arsitektur nilai yang menyatukan perjuangan spiritual, politik, kebangsaan, dan kemanusiaan, bukan sekadar program kerja.
Gagasan ini lahir pada momen istimewa, tepatnya saat Ketua Majelis Syuro, Presiden, serta seluruh jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Pusat masa bakti 2025-2030 disahkan oleh Majelis Syura (MS). Rangkaian peristiwa ini bertepatan dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dikenal sebagai "Hari-hari Paling Utama".
Dunia politik memang penuh guncangan, saya berdoa rumah-rumah perjuangan ini dapat membantu Kader menjaga orientasi, ruh, dan arah gerak perjuangan untuk agama, negara dan anak bangsa Indonesia semuanya.
Apa saja Lima Rumah Perjuangan PKS? Mari kita telaah satu per satu.
Rumah Tangga (Keluarga)
Aspek ini menekankan bahwa keberhasilan dakwah dan perjuangan bersumber dari keberhasilan rumah tangga. Targetnya adalah mewujudkan baiti jannati (rumahku surgaku). Ini adalah benteng pertama yang harus dikokohkan.
Rumah Ibadah
Kader PKS tidak hanya diminta membangun masjid, tetapi juga memakmurkannya. Di sini, ibadah dan pengabdian sosial harus berjalan seiring, tanpa cerita seorang kader yang militan di luar tetapi absen di tempat ibadah.
Rumah PKS
Ini adalah wadah perjuangan politik. Berbekal keberhasilan di rumah tangga dan rumah ibadah, kader berkumpul di sini untuk membentuk ikatan jamaah, struktur yang solid, dan amal jama’i (kerja kolektif) guna mencapai tujuan politik.
Rumah Kebangsaan
Sebagai bagian integral bangsa, kader PKS dituntut menjadi warga negara terbaik, yang beriman, bertakwa, dan memiliki semangat mencerdaskan untuk kemajuan Indonesia.
Rumah Kemanusiaan
Ini adalah puncak visi PKS sebagai partai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Pada tingkat ini, perjuangan melampaui batas negara dengan menentang penjajahan, mengupayakan perdamaian dunia, dan membawa rahmat bagi alam semesta.

